Jiwa yang pergi
Selamat
pagi jiwa yang mulai pergi
Aku biarkan
pisau itu mengiris hati ini
Menemani
pagiku yang tak pernah berarti
Raga
ini semakin tak bernyali
Separuh
jiwa kini terbang entah kemana
Mungkin
ia yang pernah singgah mulai enggan
Enggan
menerima raga yang cacat ini
Mengapa
harus merenggang dan lepas
Bahkan
perjlanan kita hampir sampai diujung perkara
Tapi
seperti kapas yang terbang menari begitu saja
Kini
tiada lagi raga dan jiwa yang menemani
Bosan,
marah, benci?
Ah, itu
sudah biasa
Hati
ini sudah biasa diiris seperti manggis
Tanpa
bercak merah yang mengalir
Tapi
sangat pedih dan mematikan batin
Dhesyarba (2014/11/06
07:16)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar