Kamis, 06 November 2014

DIARY 4


Jiwa yang pergi

Selamat pagi jiwa yang mulai pergi
Aku biarkan pisau itu mengiris hati ini
Menemani pagiku yang tak pernah berarti
Raga ini semakin tak bernyali
Separuh jiwa kini terbang entah kemana
Mungkin ia yang pernah singgah mulai enggan
Enggan menerima raga yang cacat ini
Mengapa harus merenggang dan lepas
Bahkan perjlanan kita hampir sampai diujung perkara
Tapi seperti kapas yang terbang menari begitu saja
Kini tiada lagi raga dan jiwa yang menemani
Bosan, marah, benci?
Ah, itu sudah biasa
Hati ini sudah biasa diiris seperti manggis
Tanpa bercak merah yang mengalir
Tapi sangat pedih dan mematikan batin

Dhesyarba (2014/11/06 07:16)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar